Pernyataan mantan politisi PDI Perjuangan, Effendi Simbolon, kembali mengguncang panggung politik tanah air. Dalam kritik tajamnya, ia secara terang-terangan menyoroti peran Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang kini terjerat kasus hukum, dan tanggung jawab Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, atas citra partai yang terus tercoreng.
Effendi mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menjadi tameng perlindungan bagi Hasto dalam berbagai kasus yang menyeruak. Namun, fakta bahwa status tersangka Hasto baru muncul setelah Jokowi tidak lagi menjabat memperlihatkan adanya upaya sistematis untuk melindungi elite partai selama masa kekuasaan. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar tentang bagaimana pengaruh politik mengintervensi proses hukum.
Sindiran Effendi kepada Hasto sangat gamblang. Ia menyatakan bahwa Hasto seharusnya menyadari peran besar Jokowi dalam melindunginya. Kalimat, “Mas, setahu saya, Pak Jokowi itu yang ikut menjaga Anda loh,” menjadi pengingat keras bahwa loyalitas politik tidak bisa terus-menerus menjadi alasan untuk mengabaikan integritas. Dalam pandangan Effendi, ini adalah momen bagi Hasto untuk merefleksikan tanggung jawab pribadinya terhadap partai dan publik.
Tak hanya Hasto, kritik Effendi juga diarahkan kepada Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan partai harus berani mengambil tanggung jawab atas masalah serius yang terjadi. Sebagai sosok yang berada di puncak hierarki partai, Megawati dianggap memiliki kewajiban moral untuk menjaga citra PDIP sebagai partai besar yang seharusnya menjadi panutan dalam kancah politik nasional.
Effendi bahkan menyarankan Megawati untuk mempertimbangkan langkah pengunduran diri sebagai bentuk tanggung jawab politik. Menurutnya, partai politik bukanlah milik perorangan, melainkan milik publik yang harus dijaga integritasnya. Keputusan berani semacam itu, jika diambil, akan menjadi bukti bahwa PDIP tidak hanya berbicara soal idealisme politik, tetapi juga mampu bertindak nyata dalam menghadapi krisis.
Kasus yang melibatkan Hasto dan kritik tajam terhadap Megawati ini menunjukkan bahwa dunia politik Indonesia masih harus berjuang untuk keluar dari belenggu kepentingan pribadi dan korupsi sistemik. Sikap diam atau pembelaan buta terhadap elite partai hanya akan memperparah citra buruk di mata publik. Kini, harapan tertuju pada keberanian para pemimpin untuk menghadapi kenyataan dan mengambil langkah-langkah tegas demi menjaga kepercayaan rakyat.
Momentum ini bukan hanya ujian bagi Hasto dan Megawati, tetapi juga bagi PDIP secara keseluruhan. Akankah mereka mampu menunjukkan bahwa partai besar tidak takut untuk bertanggung jawab? Ataukah ini hanya akan menjadi episode lain dalam rangkaian panjang drama politik Indonesia? Waktu yang akan menjawab.
Disclaimer: Seluruh isi konten sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.