Sumber foto: Marwahkepri.com

Implementasi Coretax Dinilai Bermasalah, Wajib Pajak Keluhkan Gangguan Teknis dan Antarmuka Pengguna yang Merepotkan

Implementasi sistem Coretax yang baru diterapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada awal tahun 2025 mendapat kritikan tajam dari sejumlah wajib pajak. Meski pemerintah berupaya untuk meningkatkan transparansi dan kepatuhan pajak melalui digitalisasi, kenyataan di lapangan justru menunjukkan masalah teknis yang cukup mengganggu. Wajib pajak mengeluhkan adanya gangguan pada server, kesalahan sistem yang membingungkan, hingga antarmuka pengguna yang tidak ramah. Banyak yang merasa kesulitan saat mengakses sistem atau membuat faktur pajak, yang seharusnya menjadi proses yang lebih sederhana dengan adanya digitalisasi.

Salah satu masalah utama yang sering dilaporkan adalah adanya kesalahan teknis, seperti notifikasi terkait Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha (NITKU) yang dianggap tidak valid, padahal data tersebut sudah terdaftar dengan benar. Gangguan-gangguan ini membuat wajib pajak kesulitan menjalankan kewajibannya dengan lancar dan efisien. Lebih jauh lagi, keluhan mengenai tampilan sistem yang kurang intuitif menambah beban bagi para penggunanya. Alih-alih mempermudah, sistem Coretax justru memberikan pengalaman yang merepotkan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan teknologi.

Pemerintah, melalui Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional, menyarankan agar masyarakat tidak langsung mengkritik dan memberi waktu untuk sistem ini berkembang. Namun, meski niat baik di balik penerapan Coretax diakui, kritik dan keluhan wajib pajak yang semakin banyak tak bisa diabaikan begitu saja. Penerapan sistem digital untuk memperbaiki administrasi perpajakan seharusnya bisa lebih halus dan menyeluruh dalam perencanaannya, sehingga tidak menimbulkan kesulitan tambahan bagi wajib pajak.

Bahkan, pernyataan Luhut yang meminta masyarakat untuk memberi kesempatan pada sistem ini untuk “jalan dulu” bisa dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap tantangan nyata yang dihadapi pengguna. Meskipun begitu, pemerintah tetap optimis bahwa Coretax akan memperbaiki kepatuhan pajak dan mendukung peningkatan penerimaan negara. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, solusi atas masalah teknis dan perbaikan antarmuka pengguna yang ramah sangat penting agar sistem ini dapat benar-benar memberikan manfaat yang diharapkan oleh masyarakat.

Disclaimer: Seluruh isi konten sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.

Mahasiswa Ilmu komunikasi Konsentrasi Jurnalistik

Share:

Tags:

Leave a Comment