Sumber foto: Kompas.tv

Kapolri Minta Maaf, Namun Kritik Muncul Terhadap Blunder dan Ketidakprofesionalan Polisi dalam Kasus Penembakan Bos Rental Mobil

Kasus penembakan tragis yang menewaskan bos rental mobil, Ilyas Abdurrahman, di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak pada 2 Januari 2025 telah menimbulkan sorotan tajam terhadap respons aparat kepolisian. Ilyas, yang mobilnya dibawa kabur oleh penyewa, berusaha meminta bantuan kepada Polsek Cinangka, namun permintaannya ditolak. Kejadian tersebut kemudian berujung pada tindakan brutal dari seorang oknum anggota TNI AL yang menembak Ilyas hingga tewas.

Tanggapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas insiden ini menuai kontroversi. Melalui pernyataan Penasihat Kapolri, Irjen (Purn) Aryanto Sutadi, Kapolri menyampaikan permintaan maaf karena belum bisa memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Aryanto juga menegaskan bahwa tindakan tegas telah diambil dengan memutasi Kapolsek yang diduga mengabaikan permintaan bantuan dari korban. Meskipun langkah ini terlihat sebagai respons cepat dari pihak kepolisian, pernyataan tersebut tidak luput dari kritik tajam.

Anggota Komisi III DPR RI, Rizki Faisal, dengan tegas mengkritik pernyataan Kapolri yang dinilai sebagai blunder yang justru merugikan citra Polri. Ia menilai bahwa pernyataan semacam itu memperlihatkan ketidakprofesionalan dalam menangani masalah dan menciptakan keraguan publik terhadap kemampuan kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Seharusnya, menurut Rizki, pejabat Polri lebih fokus pada solusi dan langkah konkret dalam meningkatkan kinerja, bukan sekadar meminta maaf yang terasa tidak cukup menggambarkan rasa tanggung jawab atas kelalaian yang terjadi.

Kritikan juga datang dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), yang menyesalkan penolakan laporan oleh Polsek Cinangka. Dalam pandangan Kompolnas, aparat kepolisian harus lebih peka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi darurat yang berpotensi mengancam nyawa. Mereka mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepolisian, terutama di tingkat Polsek yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

Kasus ini menjadi cerminan bahwa kepolisian harus memperbaiki sistem respons dan pelayanan mereka. Ketidakprofesionalan dalam menangani laporan masyarakat berpotensi menimbulkan akibat fatal, seperti yang terjadi dalam kasus ini. Dalam upaya untuk menjaga kepercayaan publik, sangat penting bagi kepolisian untuk melakukan evaluasi dan perbaikan dalam setiap aspek pelayanan, termasuk meningkatkan kemampuan respons cepat dan kemampuan profesional aparat di lapangan. Jika tidak, kejadian serupa dapat terulang dan merusak citra kepolisian di mata masyarakat.

Disclaimer: Seluruh isi konten sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.

Mahasiswa Ilmu komunikasi Konsentrasi Jurnalistik

Share:

Tags:

Leave a Comment