Di tengah kampanye besar-besaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak Indonesia, sebuah ironi tersaji di Sukabumi. Viral di media sosial, kisah perjuangan pelajar SD Negeri Bungur yang harus berjalan sejauh 300 meter melewati medan terjal untuk mendapatkan makanan bergizi gratis dari Program Makan Bergizi (MBG) seakan menjadi tamparan keras bagi kita semua.
Sungguh, ini bukan hanya soal 300 meter atau makanan bergizi. Ini adalah potret nyata dari ketimpangan infrastruktur di Indonesia, terutama di daerah terpencil. Dalam kondisi seperti ini, bagaimana mungkin pemerintah dapat berbicara tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia jika akses dasar seperti jalan menuju sekolah saja masih jauh dari layak?
Program MBG yang sejatinya bertujuan mulia malah menjadi sorotan karena kegagalannya mencapai anak-anak yang benar-benar membutuhkan. Relawan yang membawa makanan harus menyerah karena akses jalan yang tidak memungkinkan, memaksa anak-anak makan di tepi jalan setelah berjalan jauh. Apakah ini wajah “keberhasilan” program pemerintah yang sering dielu-elukan?
Lebih dari itu, situasi ini memperlihatkan lemahnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Infrastruktur yang memadai adalah kunci agar program-program seperti MBG berjalan optimal. Namun, hingga kini, masalah seperti ini seolah dianggap angin lalu. Pemerintah sepertinya masih terjebak dalam retorika besar tanpa menyentuh akar permasalahan.
Jika infrastruktur seperti jalan tidak segera diperbaiki, dampaknya bukan hanya pada distribusi makanan bergizi. Ini juga akan memengaruhi akses anak-anak ke pendidikan yang layak. Bagaimana mereka bisa belajar dengan tenang jika setiap hari mereka harus menghadapi rintangan hanya untuk sampai ke sekolah?
Kritik ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk membuka mata semua pihak. Pemerintah daerah harus segera berbenah dan menjadikan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama. Relawan dan masyarakat juga perlu mendesak perubahan nyata, bukan sekadar menerima keadaan.
Kisah anak-anak Sukabumi ini adalah pengingat bahwa ada banyak anak lain di berbagai daerah Indonesia yang menghadapi situasi serupa, bahkan lebih buruk. Jangan biarkan mereka terus menjadi korban dari ketidakadilan struktural. Sudah saatnya pemerintah berhenti berpaling dan memberikan mereka apa yang menjadi hak mereka: akses pendidikan, kesehatan, dan kehidupan yang layak.
Disclaimer: Seluruh isi konten sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.