Desa Kohod, yang terletak di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, kini berada dalam situasi yang memprihatinkan. Keberadaan Kepala Desa Arsin bin Asip telah menjadi sorotan, terutama setelah ia menghilang di tengah kasus pagar laut yang melibatkan dugaan penyalahgunaan wewenang. Dalam kondisi ini, warga desa merasa terpaksa mengambil langkah drastis untuk melawan ketidakadilan yang mereka alami.
Kehilangan sosok pemimpin yang seharusnya menjadi panutan dan pelindung masyarakat menciptakan kekhawatiran mendalam di kalangan warga. Pembentukan Gerakan Tangkap Arsin, yang diikuti oleh 400 warga, merupakan respon nyata terhadap ketidakpuasan dan ketidakpercayaan yang telah berkembang. Warga merasa bahwa Arsin, yang seharusnya bertanggung jawab, malah mengabaikan kewajibannya dan berpotensi menjadi buron.
Kasus pagar laut, yang menjadi pemicu hilangnya Arsin, menunjukkan bahwa ada masalah struktural dalam kepemimpinan desa. Warga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kinerja Arsin dan Sekretaris Desa Enjang Karta. Tindakan mereka untuk melaporkan masalah ini ke Inspektorat dan Bupati Tangerang tidak membuahkan hasil, menambah ketidakpercayaan yang mereka rasakan. Hal ini mencerminkan bahwa sistem pengawasan dan akuntabilitas dalam pemerintahan desa perlu dievaluasi dan diperbaiki.
Ketika pemimpin yang seharusnya memberikan arahan dan perlindungan kepada masyarakat justru menghilang, rakyat merasa terjebak dalam ketidakpastian. Gerakan yang dilakukan oleh warga Kohod bukan hanya sekadar upaya untuk menemukan Arsin, tetapi juga sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan pengabaian yang telah lama terjadi. Warga bertekad untuk tidak tinggal diam dan menuntut kejelasan, serta keadilan bagi komunitas mereka.
Krisis ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya diukur dari kekuasaan, tetapi juga dari kemampuan untuk mendengarkan dan merespons kebutuhan masyarakat. Warga Kohod menunjukkan bahwa mereka tidak akan membiarkan suara mereka terabaikan, dan mereka siap untuk berjuang demi hak dan keadilan. Dalam situasi yang penuh tantangan ini, harapan akan perubahan dan perbaikan tetap ada, meskipun jalan yang harus dilalui tidaklah mudah.
Disclaimer: Seluruh isi konten sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis.








Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.